Selama proses renovasi berlangsung, pasangan tersebut memilih tinggal sementara di rumah orang tua. Keputusan itu diambil untuk menjaga kenyamanan dan kondisi psikologis anak-anak mereka setelah peristiwa kebakaran.
Meski kehilangan banyak harta benda, Anisa dan Dito berusaha menghadapi cobaan tersebut dengan penuh ketabahan. Mereka memilih melihat musibah ini sebagai ujian yang harus dijalani dengan sikap positif.
"Kita berbaik sangka aja, 'Ada hadiah apa nih yang Allah siapkan buat kita nih?'. Kita ngerasa lagi penuh dengan duka ya, tapi insya Allah bisa ngelewatin semuanya," ucap Anandito.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, Anisa juga mengajak anak-anaknya untuk terus berdoa agar rumah mereka dapat kembali seperti semula. Dia berharap doa dan harapan keluarga menjadi penguat dalam menghadapi masa sulit tersebut.
"Kita suruh Almazha berdoa aja yuk, 'Semoga bisa punya rumah yang bagus lagi, terus kamarnya juga bagus'. Jadi anak-anaknya ikut berdoa," kata Anisa.