Ia menjalani operasi hidung pada tahun 1977 yang menyebabkannya kehilangan suaranya untuk sementara. Dan pada tahun 1981, saudara laki-lakinya, George, dibunuh oleh mafia.
Pada tahun yang sama, ia memulai kembali kariernya, tetapi terhalang oleh perjuangannya melawan kesehatan mental. Ayahnya mengirimnya ke beberapa rumah sakit jiwa, dan ia selamat dari upaya bunuh diri pada tahun 1984. Pada tahun yang sama, ia menerbitkan memoar pertamanya, 'Who's Sorry Now?'.
"Singkat cerita, pada tahun 80-an, saya dirawat di rumah sakit jiwa secara tidak sukarela 17 kali dalam sembilan tahun di lima negara bagian berbeda," ujarnya kepada Village Voice pada tahun 2011.
"Saya salah didiagnosis, yaitu bipolar, ADD, ADHD, dan beberapa istilah lain yang belum pernah didengar oleh komunitas ilmiah. Beberapa tahun kemudian, saya didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma setelah serangkaian peristiwa mengerikan dalam hidup saya," tambahnya.
Ia bermitra dengan pemerintahan presiden Ronald Reagan dalam satuan tugas penanganan kejahatan kekerasan dan menjadi advokat bagi korban pemerkosaan. Pada tahun 2010, ia bermitra dengan Mental Health America untuk membantu meningkatkan kesadaran akan dampak trauma dan penanganannya.