Selain itu, Rina juga mempertimbangkan aspek biologis, seperti struktur tulang, kondisi kulit, hingga fungsi jaringan tubuh agar prosedur yang dilakukan tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Perempuan yang dikenal sebagai penyanyi, komedian, sekaligus impersonator itu juga menyadari bahwa bentuk wajah dan hidung setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi geografis, iklim, dan genetik.
Menurut dia, keputusan mengubah bentuk hidung menjadi tantangan tersendiri, terlebih karena hidung sudah lama menjadi trademark-nya selama berkarier di industri hiburan.
"Bagi saya pribadi yang memiliki trademark hidung sepanjang karier di industri hiburan, keputusan melakukan operasi hidung merupakan pertimbangan dari perjalanan panjang selama lebih dari 10 tahun," katanya.
Rina menegaskan, sebelum akhirnya menjalani operasi, dia sudah melakukan riset serta mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Dia juga mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan persepsi dari publik.