Di dalam penawaran itu juga ada klaim yang menyatakan bahwa pendapatan usaha Rully dalam enam bulan terakhir mencapai Rp87,2 juta hingga Rp119 juta.
"Dengan dasar proposal dan komunikasi yang meyakinkan, klien kami akhirnya bersedia menanamkan modal," kata Santo, dikutip dari tayangan Intens Investigasi, Rabu (24/12/2025).
Kemudian, masalah tercium pihak investor saat laporan keuangan diterima. Menurut pihak RF, laporan keuangan tidak sesuai dengan perjanjian dalam proposal. Menurut Santo, pembagian untung sempat berjalan beberapa bulan, tapi tidak berlangsung lama.
"Bagi hasil terakhir diterima Desember 2023, dan baru ditransfer Januari 2024. Setelah itu tidak ada pembayaran lagi," kata Santo.
Santo menerangkan bahwa bisnis suami Boiyen itu masih berjalan hingga sekarang dan tidak pernah ada lagi pembayaran keuntungan kepada kliennya. Menurut Santo, sikap ini tidak sesuai dengan perjanjian dalam proposal.