"Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping, Aqia tidak," kata Fiersa Besari, dikutip Minggu (4/1/2026).
"Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet. Ketika sopir keluar, ternyata bapak-bapak yang usianya sekitar 60-70 tahunan (kurang layak berkendara)," tambah Fiersa.
Saat tahu kejadian itu, reaksi pertama Fiersa adalah marah besar. Dan kemarahan itu semakin besar ketika pelaku meremehkan kondisi Aqia.
"Dia bilang, paling keseleo. Terus mau kasih Rp200 ribu untuk damai. Meledaklah saya," ucap Fiersa.
Usia kejadian tersebut, Aqia segera dibawa ke Pos Kesehatan KAI Gambir. Fiersa mengapresiasi respons cepat petugas di stasiun kereta api tersebut.