Baginya, itu bentuk demokrasi yang menjadi hak warga negara. Karenanya, suara dia masih penting.
"Gua pilih presiden, berarti gua harus selalu setuju sama tindakanya? Nggak kan? Ada banyak yang gua setuju, tapi gak sedikit yang gua gak setuju. Hak gua toh?" kata Awkarin, dikutip Jumat (21/3/2025).
Di pernyataan Awkarin berikutnya, dia menyamakan memilih presiden dengan memilih pacar. Ini juga yang kemudian disorot netizen di media sosial.
"Se-simpel lo pacaran, lo cinta, lo pacarin, terus lo harus selalu setuju sama ucapan atau perlakuannya?" ungkap Awkarin.
Dia menegaskan, "Gua ini masih warga negara Indonesia, gua punya suara juga. Itulah pentingnya demonrasi (demokrasi)."