Kondisi ini juga berdampak pada performa tubuh dalam beraktivitas, termasuk saat berolahraga. Tubuh dinilai lebih siap menerima latihan intens karena berada dalam kondisi optimal.
dr. Fajar menyarankan perempuan untuk memanfaatkan fase pasca-haid hingga masa subur sebagai waktu terbaik untuk berolahraga. Pada periode ini, tubuh dinilai lebih responsif terhadap pembentukan otot dan peningkatan stamina.
Adapun jenis olahraga yang direkomendasikan antara lain latihan gym, kardio intens seperti lari, zumba, hingga line dance. Selain itu, olahraga lapangan seperti tenis, badminton, dan basket juga dinilai efektif dilakukan pada fase tersebut.
Dengan memahami siklus tubuh, perempuan dapat mengatur aktivitas secara lebih optimal. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kebugaran sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh.