“Kita sempat lihat live jualan, mereka pakai judul ‘jaket kulit Kang Mus’. Itu banyak banget,” kata Karina.
Karina menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara personal. Menurut dia, penggunaan foto almarhum tanpa izin juga berpotensi merusak citra karakter Kang Mus yang melekat pada Epy Kusnandar dalam sinetron Preman Pensiun.
Dia khawatir konsumen yang membeli jaket tersebut akan merasa kecewa karena kualitas produk tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jika hal itu terjadi, dampaknya justru akan merusak nama baik almarhum.
“Kalau orang beli lalu kecewa karena kualitasnya jelek, yang kena dampaknya siapa? Pasti nama brand itu, nama sosok almarhum. Itu yang sangat disayangkan,” ucapnya.
Karina berharap tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan nama maupun foto almarhum Epy Kusnandar untuk kepentingan komersial tanpa izin. Dia menilai tindakan tersebut sangat tidak etis, terlebih jika produk yang dijual tidak memiliki kualitas yang baik.
Dia juga meminta para pedagang agar menghormati nama almarhum dan tidak menggunakan identitasnya untuk menarik pembeli. Menurut Karina, penggunaan foto seseorang untuk promosi seharusnya mendapat izin dari pihak keluarga terlebih dahulu.
Karina berharap kejadian serupa tidak terulang dan menjadi perhatian bagi penjual online agar lebih bijak dalam memasarkan produknya.