“Sepertinya mereka ambil dari Instagram kami, karena kami tahu itu foto siapa yang ambil,” ujarnya.
Karina semakin geram setelah mengetahui jaket yang dijual menggunakan foto suaminya justru ditawarkan dengan harga sangat murah. Harga tersebut dinilai tidak mencerminkan kualitas jaket kulit yang seharusnya.
“Ada yang jual cuma sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Padahal bawa nama ‘Kang Mus Preman Pensiun’, tapi kualitasnya tidak sesuai,” ucapnya.
Setelah menelusuri lebih jauh, Karina menemukan praktik tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu penjual. Foto almarhum Epy Kusnandar bahkan digunakan saat pedagang mempromosikan produk melalui siaran langsung atau live streaming.
“Kita sempat lihat live jualan, mereka pakai judul ‘jaket kulit Kang Mus’. Itu banyak banget,” kata Karina.
Karina menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara personal. Menurut dia, penggunaan foto almarhum tanpa izin juga berpotensi merusak citra karakter Kang Mus yang melekat pada Epy Kusnandar dalam sinetron Preman Pensiun.
Dia khawatir konsumen yang membeli jaket tersebut akan merasa kecewa karena kualitas produk tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jika hal itu terjadi, dampaknya justru akan merusak nama baik almarhum.