Hal inilah yang membuat Fuji menutup rapat pintu damai. Baginya, kerugian yang dialami bukan cuma materi, tetapi juga mental.
"Aku pengen dia dihukum seadil-adilnya, karena apa yang dia lakuin ke aku tuh udah kelewatan banget. Bukan sekadar uang doang," tegasnya.
Padahal, Fuji sebelumnya mengaku telah memberikan gaji yang sangat layak kepada sang admin, bahkan mencapai dua digit setiap bulan ditambah bonus. Namun hal itu rupanya tak cukup menghentikan aksi nekat yang kini berbuntut panjang.
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, memastikan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. Ia juga mengungkap bahwa pihak terlapor sudah mengakui perbuatannya saat menjalani pemeriksaan.
"Terlapor sudah mengakui perbuatannya dan kerugiannya juga sudah dihitung. Kami tinggal menunggu perkembangan selanjutnya," ujar Sandy.