Karakter pertama dari sebagian jama’ah haji, sebagaimana yang diindikasikan oleh Allah SWT dalam Surah al-Baqarah ayat 200:
فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الاخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ
Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kepada kami (kesenangan) di dunia”, dan tiadalah ia (mendapat) bagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Al-Imam Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir at-Thabari di dalam karya tafsirnya Jâmi’ul Bayân ‘an Ta"wîli Âyil Qur"ân berkata bahwa ayat ini berbicara tentang karakter sebagian jama’ah haji yang hajinya hanyalah demi kepentingan-kepentingan duniawi semata.
Lebih dalam lagi, Prof. DR. M. Quraish Shihab di dalam karya tafsirnya al-Mishbâh berujar bahwa ada di antara mereka yang melaksanakan ibadah haji namun hajinya tidak mabrur, ini karena orientasi utama hidup mereka hanyalah untuk meraih kesenangan, kenikmatan dan kemegahan dunia, tanpa menggubris norma-norma dan aturan-aturan agama.