Selain itu dapat juga membaca doa sayyidul istigfar:
"اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ"
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakanku 1 dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, 2 oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” 3 (HR. Bukhari no. 6306).
Sholat taubat nasuha dapat dilakukan kapan saja, namun terdapat beberapa waktu yang dianjurkan, yaitu:
Penting untuk diingat: Sholat taubat nasuha hanyalah salah satu langkah awal dalam proses taubat. Yang terpenting adalah kesungguhan hati dalam menyesali dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, dan berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Tata cara sholat taubat Nasuha sejatinya sederhana, namun keutamaan dan maknanya sangat mendalam. Lebih dari sekadar gerakan fisik, sholat ini merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, introspeksi diri, dan memperbarui komitmen untuk hidup lebih baik. Dengan melaksanakan sholat taubat Nasuha dengan hati yang tulus dan ikhlas, kita berharap mendapatkan ampunan dan bimbingan dari Allah SWT untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan diridhoi-Nya.