Menurut kutipan dari buku Fiqh Jinayah oleh M. Nurul Irfan & Masyrofah, dan buku Fikih Mazhab Syafi'i oleh Abu Ahmad Najieh, zina dapat dibagi menjadi dua jenis, dan hukuman yang diterima oleh pelaku zina berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
Zina dikategorikan sebagai zina muhshan jika pelakunya telah mencapai baligh, berakal, berstatus merdeka, dan pernah melakukan hubungan intim dalam pernikahan yang sah. Dengan kata lain, pelaku zina muhshan bisa berupa suami, istri, duda, atau janda.
Dalam syariat Islam, hukuman yang ditetapkan bagi pelaku zina muhshan adalah rajam. Rajam adalah tindakan melempari pelaku zina muhshan dengan batu hingga menyebabkan kematian.
Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an, namun dalam hadits Nabi Muhammad SAW, rajam dijelaskan melalui perkataan dan tindakan beliau. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW memberlakukan hukuman rajam terhadap Maiz bin Malik. Abu Hurairah pernah mengatakan:
أَتَى رَجُلٌ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ. فَنَادَاهُ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّي زَنَيْتُ. فَأَعْرَضَ عَنْهُ حَتَّى رَدَّدَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ فَلَمَّا شَهِدَ عَلَى نَفْسِهِ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ دَعَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَبِكَ جُنُونٌ قَالَ: لَا. قَالَ: فَهَلْ أَحْصَنْتَ. قَالَ: نَعَمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اذْهَبُوا بِهِ فَرَجَمُوْهُ، قَالَ جَابِرٌ : فَكُنْتُ فِيْمَنْ رَجَمَهُ فَرَجَمْنَاهُ بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا أَذْلَقَتْهُ الْحِجَارَةُ هَرَبَ. فَأَدْرَكْنَاهُ بِالْحُرَّةِ فَرَجَمْنَاهُ.