Kisah Soekarno dan Kembalinya Kumandang Azan di Masjid Biru Rusia

Anton Suhartono
Kastolani Marzuki
Masjid Biru di Rusia yang berdiri megah. (Foto:AFP)

Kisah penemuan makam Imam Bukhari itu berawal ketika pada 1961, pemimpin Uni Soviet kala itu, Nikita Khrushchev mengundang Soekarno ke Moskow.

Pemimpin berjuluk Putra Sang Fajar itu pun bersedia datang tapi meninggalkan syarat, yaitu Khrushchev harus dapat menemukan makam seorang perawi hadits Nabi Muhammad SAW, Imam Bukhari.

Khrushchev pun memerintahkan jajarannya untuk menemukan makam.

Pada awalnya, Khrushchev gagal memenuhi permintaan Putra Sang Fajar. Soekarno pun tetap berkomitmen, tak akan berangkat sampai makam Imam Bukhari ditemukan.

Khrushchev memerintahkan anak buahnya mengumpulkan informasi dari para pemuka agama Islam di Samarkand.

Dari situ, Khrushchev mampu mengungkap keberadaan makam Imam Bukhari, meskipun kondisinya sangat tidak terawat.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Hentikan Dialog saat Azan Berkumandang: Kita Tunggu Sebentar

57 tahun lalu

Kabar Duka, Yurike Sanger Istri ke-7 Presiden Soekarno Meninggal Dunia

57 tahun lalu

The Real Princess! Syahrini dan Dewi Soekarno Makan Bareng di Jepang

57 tahun lalu

Mantan Istri Presiden Soekarno Dewi Soekarno Didenda Rp3 Miliar di Jepang, Ini Kronologi Kasusnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal