Pada Bulan Safar 8 Hijriah, dengan hati mantap, Khalid bin Walid, Utsman bin Thalhah, dan Amr bin Ash menghadap Nabi SAW di Madinah.
Khalid memberikan salam kepada Nabi dan mengucap syahadat. Nabi Muhammad SAW sangat berbahagia karena Islam mempunyai pejuang sekelas Khalid bin Walid.
Beberapa bulan setelah Khalid ikrar masuk Islam, beberapa sahabat senior meninggal. Mereka yaitu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawwahah.
Kaum Muslimin saat itu pun tidak memiliki panglima perang. Khalid bin Walid kemudian ditunjuk mengomandoi para pasukan Muslim untuk menerobos barisan pasukan kerajaan Romawi. Atas jasa dalam perang julukan Saifullah Al-Maslul disematkan Nabi kepada Khalid bin Walid.
Pada era Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq, Khalid tetap memperoleh tempat dalam pasukan perang. Khalid menjadi panglima perang untuk menundukan para murtadin dalam perang Riddah. Perang ini bertujuan untuk mengislamkan kembali orang-orang yang murtad karena mengetahui wafatnya Rasulullah SAW.