Ibnu Majah wafat dalam usia 74 tahun, pada hari Selasa, 22 Ramadhan 273 H. Pada masa berdaulatnya dinasti Abbasiyah, kegiatan ilmiah khususnya di bidang hadis mencapai puncak keemasannya.
Saat itu, para ulama banyak yang ikut andil dalam kegiatan pengumpulan hadis. Sayangnya, pada saat yang bersamaan, kegiatan pemalsuan hadis juga semarak.
Kondisi seperti itu menggugah para ulama, khususnya ahli hadis, untuk membuat ukuran (parameter) dalam penetapan hadis-hadis Nabi.
Sejak remaja, Ibnu Majah dikenal sebagai sosok yang tekun dan cinta ilmu. Pada usia 15 tahun, Ibnu Majah belajar hadits pada seorang guru besar kala itu, Ali bin Muhammad At-Tanafasy (233 H). Bakat dan kegigihan yang dimiliki Ibnu Majah membawanya berkelana ke penjuru negeri untuk menekuni bidang hadits.
Sepanjang hayatnya, seluruh pikiran dan usahanya untuk menulis baik di bidang fikih, tafsir, hadits, dan sejarah.