Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS:Al-Baqarah:183).
Takwa di sini bukan hanya sebagai label atau kata belaka, melainkan diperintahkan untuk benar-benarr mengamalkannya. Semula makan dan minum yang menjadi barang mubah, di dalam Ramadhan diperintahkan untuk menahannya dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Tidak hanya itu, syahwat yang secara sah dapat lampiaskan kepada pasangan kita, saat melaksanakan Ramadhan juga diperintahkan untuk membendungnya.
Semua itu tidak lain adalah ujiuan bagi kita, apakah kita akan mentaati perintah-Nya ataukah justru mengabaikan perintah-perintah-Nya.
Ma‘aasyiral muslimin wal muslimat rahimakumullaah,
Hal kedua yang didapatkan di bulan Ramadhan adalah merasakan bagaimana rasa kelaparan juga kehausan sebagaimana yang dirasakan sebagian saudara kita.
Mereka orang-orang yang ditakdirkan oleh Allah Subhanahu WaTa’ala menjadi orang-orang yang kurang beruntung secara finansial. Dengan merasakan hal yang sama yang mereka rasakan kita diajak untuk menjadi pribadi yang peduli, pribadi yang peka. Bukan hanya peka secara spiritual, tapi juga peka secara sosial dan emosional.