Khutbah Gerhana Bulan: Melawan Takhayul, Mitos, dan Klenik dengan Ilmu

Kastolani Marzuki
Muslim mendengarkan khutbah. (Foto: Antara)

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Yunus:5).

Ayat al-Qur’an ini bukan hanya mengungkapkan perbedaan sifat sinar matahari dan cahaya bulan, tetapi juga perbedaan geraknya. Perbedaan orbitlah yang menyebabkan matahari tampak tidak berubah bentuknya, sedangkan bulan berubah-ubah bentuknya sebagai perwujudan perubahan tempat kedudukannya (manzilah-manzilah) dalam sistem bumi-bulan-matahari.

Kini sains bisa mengungkapkan sifat gerak dan sumber cahaya bulan dan sinar matahari. Gerak harian matahari dan bulan, terbit       di Timur dan terbenam di Barat, hanyalah merupakan gerak semu. Karena sesungguhnya bumilah yang bergerak. Bumi berputar pada porosnya sekali dalam sehari sehingga siang dan malam silih berganti dan benda-benda langit pun tampak terbit dan terbenam, seperti halnya matahari dan bulan.

Sesungguhnya gerak yang terjadi bukan hanya bumi yang berputar pada porosnya, tetapi juga matahari dan bulan beredar pada orbitnya. Bulan mengorbit bumi, sementara bumi mengorbit matahari, dan matahari pun tidak diam, tetapi bergerak juga mengorbit pusat galaksi. Sinar matahari berasal dari reaksi nuklir di intinya, sedangkan cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari.
Efek gabungan sudut datang sinar matahari dan sudut tampak dari permukaan bumi menyebabkan bulan tidak selalu tampak bulat, tetapi berubah-ubah dari bentuk sabit ke purnama yang bulat, dan kembali lagi ke sabit tipis,  seperti pelepah kering. Inilah yang diisyaratkan Allah SWT dalam firmannya,

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fenomena Gerhana Bulan Blood Moon Hiasi Langit Indonesia

57 tahun lalu

5 Keutamaan Shalat Gerhana Bulan bagi Umat Islam, Nomor 3 Momen Mohon Ampunan

57 tahun lalu

7 Hikmah Gerhana Bulan Menurut Islam, Nomor 2 Bikin Manusia Sadar Dunia Sementara

57 tahun lalu

Doa Setelah Sholat Gerhana Bulan 3 Maret 2026, Teks Arab, Latin, dan Artinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal