Sementara untuk perempuan yang telah mengalami haid atau nifas, terdapat niat khusus sebelum melakukan mandi besar untuk kembali mensucikan diri. Bacaan niat ini sekaligus doa yang dibaca saat melaksanakan rukun tersebut.
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau لِرَفْعِ النِّفَاسِ نَوَيْتُ اْلغُسْلَ
"Nawaitul ghusla liraf'il haidli" atau "Nawaitul ghusla “li raf’in nifâsi
Artinya:
"Saya berniat mandi untuk menghilangkan haid" atau "Untuk menghilangkan nifas".
Hal pertama yang penting dilakukan adalah berniat mandi karena Allah dengan membaca basmalah. Kemudian berdasarkan hadis dari istri Nabi yakni Aisyah RA, bahwa Rasulullah :
إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ.