Umar bin Khattab berkata, "Aku mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: akan datang nanti Uwais bin ‘Amir bersama rombongan dari Yaman. Dia punya ibu yang ia sangat berbakti sekali kepada ibunya, kalau dia bersumpah kepada Allah, pastilah Allah mengabulkannya, kalau kamu bisa memintakan ampun kepada Allah melalui dia, maka lakukanlah."
Mengetahui hal itu, Umar bin Khattab menunggu kedatangan rombongan Uwais berangkat ke tanah suci. Beruntungnya, Uwais Al-Qorni dapat dijumpai.
Di situlah, Umar meminta didoakan agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Ia juga bercerita bahwa keputusannya untuk titip doa tersebut atas dasar rekomendasi dari Nabi Muhammad.
Di luar ibadah haji, titip untuk didoakan juga pernah dilakukan oleh orang buta kepada Rasulullah SAW.
Dalam riwayat Imam Tirmidzi (5/569) melalui sahabat Utsman bin Hunaif, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah didatangi oleh seorang yang buta. Beliau meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk didoakan agar butanya itu diangkat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan dia bisa melihat kembali lagi lalu ternyata, Rasulullah tidak menolak permintaan tersebut.