Apa Itu Syiah? Berikut Pengertian, Sejarah dan Aliran-Alirannya

Kastolani Marzuki
Kaum Syiah di Iran memeringati tragedi Karbala yakni terbunuhnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. (Foto: AFP)

Kepercayaan ini berpangkal pada pandangan tentang kedudukan Ali dalam hubungannya dengan Nabi, para sahabat dan kaum muslimin umumnya.

Sahabat Ali ra adalah orang terdekat nabi, sebagai menantu dari anaknya, Fatimah. Dalam perjuangan Islam, Ali juga tidak diragukan lagi pengorbanannya. Kuatnya keyakinan kelompok pendukung ali peristiwa Ghodir Khumm setelah menjalankan haji terakhir, nabi memerintahkan pada Ali sebagai penggantinya dihadapan umat muslim, dan menjadikan Ali sebagai pelindung mereka (Tabbathaba’i, 1989).

Akan tetapi yang terjadi tidak seperti yang diinginkan oleh kelompok Syiah. Menurut kalangan Syiah, ketika nabi wafat pada saat jasadnya terbaring belum dikuburkan, ada kelompok di luar ahlul bait berkumpul untuk memilih kholifah bagi kaum muslimin, dengan alasan menjaga kesejahteraan umat dan memecahkan problem sosial saat itu.

Mereka melakukan itu tanpa berunding dengan ahlul-bait yang sedang sibuk dengan acara pemakaman. Sehingga Ali dan sahabat-sahabatnya dihadapkan kepada suatu keadaan yang sudah tidak mungkin diubah lagi, ketika Abu Bakar didaulat menjadi khalifah pertama. (Thabathab’i, 1989: 39).

Aliran dalam Syiah

Syiah menurut Shihab dengan mengutip pendapat Al-Baghdadi (wafat 429 H) pengarang kitab al-farqu baina al-firaq, membagi Syiah dalam empat kelompok besar yaitu Zaidiyah, Ismailiyah, Isna ‘Asyarirah, Ghulat (ekstremis). Munculnya berbagai macam golongan Syiah disebabkan oleh karena pebedaan prinsip keyakinan dan berbedaan dalam hal pergantian Imam, yaitu sesudah Imam al-Husein, Imam ketiga, sesudah Ali Zaenal Abidin, imam keempat dan sesudah Ja’far Sadiq, Imam keenam (Shihab, 2007: 66).

Syiah adalah paham keagamaan yang menyandarkan pada pendapat Sayidina Ali (khalifah ke empat) dan keturunannya yang muncul sejak awal pemerintahan Khulafaurrasyidin. Syiah berkembang menjadi puluhan aliranaliran karena perbedaan paham dan perbedaan dalam mengangkat Imam.

Perkembangan syiah di Indonesia melalui empat tahap gelombang, yaitu: Pertama, bersamaan dengan masuknya Islam di Indonesia; Kedua, pasca revolusi Islam Iran; Ketiga, Melaui Intelektual Islam Indonesia yang belajar di Iran; dan Empat, Tahap keterbukaan melaui Pendirian Organisasi Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia.

Editor : Kastolani Marzuki
Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal