Industri herbal nasional yang telah menciptakan ekosistem yang melibatkan petani, akademisi, serta sektor swasta untuk memanfaatkan bahan lokal seperti jahe merah adalah PT Bintang Toedjoe.
Menurut Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mohamad Kashuri, perusahaan tersebut telah berhasil melakukan pengembangan inovatif produk berbasis jahe merah yang kini telah dipasarkan secara global.
Dengan keterlibatan WHO-IRCH, lanjut Kashuri, itu berarti kapasitas otoritas regulasi nasional semakin kuat guna memastikan mutu, keamanan, dan khasiat obat herbal, sekaligus mendorong integrasi berbasis bukti ilmiah ke dalam sistem kesehatan nasional.
Di sisi lain, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan riset herbal berbasis sains untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan produk.
"Dengan hadirnya WHO-IRCH dan BPOM, ini menjadi bukti nyata atas komitmen kami untuk tetap konsisten dalam menjaga standar tertinggi dalam regulasi, mutu, dan inovasi berkelanjutan demi kemajuan industri obat herbal nasional," ungkap Fanny.
"Komitmen kami jelas yaitu menjalankan praktik produksi yang memenuhi standar nasional dan internasional," tambah Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady.