Waspada! BPOM Temukan Ribuan Pangan Ilegal dan Berbahaya pada Ramadan 2026

Annastasya Rizqa
BPOM) menemukan ribuan produk pangan ilegal dan berbahaya selama pengawasan intensif Ramadan 2026. (Foto: BPOM)

Dari hasil pengujian tersebut, formalin banyak ditemukan pada mi kuning basah dan tahu di wilayah Tangerang dan Surabaya. Sementara rodamin B terdeteksi pada sirup, es cendol, serta kerupuk di beberapa wilayah mulai dari Jakarta hingga Ambon.

Temuan boraks memang lebih rendah dibandingkan rodamin B, namun bahan berbahaya tersebut masih ditemukan pada sejumlah makanan seperti mi kuning dan lontong. Produk dengan kandungan boraks ditemukan di beberapa daerah, antara lain Padang, Jakarta, Denpasar, hingga Ambon.

Sementara itu, hasil pengawasan di wilayah Sulawesi Selatan menunjukkan dari 20 sarana peredaran yang diperiksa, sebanyak 11 sarana tidak memenuhi ketentuan. Petugas menemukan 3.031 pieces produk TMK, yang terdiri dari 2.344 pieces produk TIE, 623 pieces produk kedaluwarsa, dan 64 pieces produk rusak.

Sebagai tindak lanjut, BPOM melakukan pengamanan, pemusnahan, serta pengembalian produk kepada produsen atau pemasok. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk berbahaya tidak kembali beredar di masyarakat.

“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mengenali ciri-ciri pangan berbahaya,” ujar Taruna.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan ciri fisik makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Misalnya mi yang tidak mudah putus dan berbau kimia yang diduga mengandung formalin, bakso yang terlalu kenyal akibat boraks, hingga kerupuk berwarna merah mencolok yang berpendar karena pewarna tekstil rodamin B.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

57 tahun lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

57 tahun lalu

Mengharukan! Harry Kiss Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan

57 tahun lalu

Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Didorong Geliat Ramadan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal