JAKARTA, iNews.id - Banyak perempuan fokus mengatur pola makan dan rutin berolahraga demi menurunkan berat badan. Namun, ada satu faktor yang kerap diabaikan dan justru bisa menggagalkan diet, yakni kualitas tidur.
Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lemas keesokan harinya, tetapi juga mengganggu keseimbangan hormon, metabolisme, hingga respons tubuh terhadap stres. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempersulit pengelolaan berat badan, terutama bagi perempuan yang memasuki usia 40-an dan mengalami perubahan hormonal signifikan.
Menurut Vipada Sae-Lao seorang Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres merupakan tiga pilar yang saling berkaitan erat dalam menjaga berat badan tetap sehat.
Dia menjelaskan, tidur yang cukup dan berkualitas membantu menjaga stabilitas metabolisme serta mendukung proses pemulihan alami tubuh. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres, memicu rasa lapar berlebih, serta mendorong keinginan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Tak hanya itu, kebiasaan begadang dan paparan layar sebelum tidur juga berpengaruh pada kualitas istirahat.
"Rutinitas tidur yang konsisten dan pembatasan penggunaan gawai di malam hari menjadi bagian penting dari kebersihan tidur (sleep hygiene) yang mendukung penuaan sehat dan pengelolaan berat badan berkelanjutan," jelas Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife, Kamis (5/3/2026).