Telur Ceplok atau Dadar, Mana Lebih Sehat? Begini Penjelasan Ahli Gizi

Dani M Dahwilani
Banyak masyarakat masih bertanya-tanya, mana yang lebih sehat antara terlur celok dan dadar, terutama bagi yang sedang menjalani pola makan sehat. (Foto: Ilustrasi AI)

"Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen," ujarnya.

Meski begitu, dia mengingatkan agar telur tidak dimasak dengan suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang disarankan berkisar 60 hingga 80 derajat Celsius.

Sementara itu, pemanasan pada suhu di atas 150 hingga 160 derajat Celsius berpotensi merusak sebagian asam amino sehingga dapat menurunkan kualitas gizi telur.

Bagi masyarakat yang sedang menjaga berat badan, Dr Karina menyarankan metode memasak tanpa minyak, seperti merebus, membuat poached egg, atau mengukus. Namun, telur ceplok maupun telur dadar tetap bisa menjadi pilihan sehat selama penggunaan minyak dibatasi.

"Gunakan wajan anti lengket atau minyak semprot agar jumlah minyak yang digunakan lebih sedikit," ucapnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Momen Prabowo Makan Siang Bareng Siswa Sekolah Rakyat, Menunya Nasi Pakai Ayam dan Telur

3 bulan lalu

7 Menu Sarapan Tinggi Protein Selain Telur, Ini yang Bikin Kenyang Tahan Lama

5 bulan lalu

Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari 40 Negara termasuk Indonesia

6 bulan lalu

Menkes Imbau Istri Ingatkan Suami Berhenti Merokok, Sebungkus Rokok Sama dengan 16 Butir Telur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal