Farhan menekankan, efek kontrasepsi dari pil ini bersifat sementara. Jika konsumsi dihentikan, produksi sperma disebut dapat kembali normal seperti semula.
“Kata kuncinya, sementara. Begitu stop minum pilnya, kesuburannya balik lagi. Pil ini sudah diuji coba ke manusia dan sudah lolos fase satu. Sejauh ini aman dan ditoleransi dengan baik,” tutur dia.
Saat ini, pengembangan YCT 529 telah memasuki uji klinis fase dua dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Farhan berharap kehadiran pil ini dapat mendorong tanggung jawab kontrasepsi menjadi peran bersama.
“Sekarang lagi jalan fase 2 dan diperkirakan selesai di bulan Juli 2026. Selama ini perempuan yang selalu nanggung lebih banyak, sekarang laki-laki juga bisa bantu sehingga kontrasepsi bukan hanya tanggungan satu pihak tapi juga jadi tanggungan berdua,” kata dia.