Suka Minum Boba, Penyakit Pencernaan Bisa Intai Anda

Antara
Boba tidak menyebabkan batu ginjal tetapi penyakit pencernaan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Tidak sedikit yang beranggapan bahwa pelengkap minuman manis seperti bubble atau dikenal dengan sebutan boba yang terbuat dari tapioka, menyebabkan batu ginjal. Kenyataannya, tidak benar namun berpotensi untuk penyakit lainnya seperti pencernaan.

Ahli gizi/dietcian Pafitri, S.K.M.,RD mengatakan, boba jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan efek samping apa pun. Sebab, boba merupakan jenis pati resistan atau untuk meningkatkan serat pangan.

"Enggak (penyebab batu ginjal), enggak sampai ke situ. Tapi lebih ke masalah pencernaan. Jadi, mungkin dia lebih mengalami sembelit atau begah, karena dia kan lebih sulit dicerna. Tapi kalau wajar, enggak apa-apa," ujar Pafitri ditemui saat peluncuran Buba Soul di Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

"Dia kan jenis pati resistan, jadi kalau dikonsumsi bagus, kalau berlebihan dia jadi tidak baik. Ya kan segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik," katanya.

Pafitri menganjurkan untuk mengonsumsi minuman boba hanya satu sampai dua gelas saja dalam sebulan.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Susu Bukan Cuma untuk Balita, Ini Alasan Anak Harus Tetap Minum hingga Remaja

57 tahun lalu

BRIN dan UGM Temukan Madu dengan Potensi Antikanker dari Yogyakarta dan Sumbawa

57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

57 tahun lalu

8 Penyakit Mengintai saat Kemarau Panjang Juni 2026, Ini Daftarnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal