Dia mengatakan, kurangnya edukasi kepada suami sering kali membuat mereka tidak memahami perubahan emosi yang dialami istri saat hamil muda. Akibatnya, tidak sedikit ibu hamil justru mengalami tekanan psikologis di rumah.
"Nah ini, ketika kami tidak berikan edukasi dengan baik, sedang hamil muda, istrinya dibentak misalnya, ini secara psikologis bisa berdampak pada bayi yang dikandung," kata Wahidin.
Dia menegaskan, bukan hanya kekerasan fisik yang harus dihindari. Menurutnya, kekerasan verbal maupun tekanan emosional juga dapat memengaruhi kondisi mental ibu yang pada akhirnya berdampak terhadap perkembangan janin.
"Jadi ketika istri drop secara psikologis, misalnya ada KDRT non-fisik pun, itu bisa berpengaruh pada emosional bayi yang dikandungan," ujarnya.
Melalui program Ayah Idaman, BKKBN menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memberikan edukasi kepada pasangan suami istri sejak awal kehamilan. Suami diharapkan ikut mendampingi pemeriksaan kehamilan, memahami kondisi istri, hingga bersama-sama mengambil keputusan terkait kesehatan ibu dan bayi.
Wahidin menambahkan, kehadiran ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Menurutnya, dukungan emosional dan keterlibatan suami selama kehamilan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.