Dia menjelaskan, faktor kesuburan pria memiliki kontribusi yang cukup besar dalam kasus infertilitas. Karena itu, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah terdapat gangguan yang dapat memengaruhi peluang kehamilan.
"Tanpa KB, tapi juga belum hamil. Segera periksa suaminya untuk pemeriksaan cek sperma karena ini menyumbang sekitar 40 sampai 50 persen kasus infertilitas," ujarnya.
Menurut dr Fajar, mengabaikan kesehatan reproduksi pria justru dapat memperlambat penanganan masalah kesuburan. Padahal, berbagai gangguan pada kualitas maupun jumlah sperma dapat diketahui lebih awal melalui pemeriksaan medis.
Dia mengimbau para suami untuk tidak merasa malu atau gengsi menjalani pemeriksaan kesuburan. Keberhasilan program kehamilan bukan hanya bergantung pada kondisi kesehatan perempuan, tetapi juga ditentukan oleh kesehatan reproduksi laki-laki.
"Jadi, untuk para suami jangan gengsi ya," kata dr Fajar.