Setahun Nikah Belum Punya Anak, Dokter: Jangan Gengsi Suami Wajib Cek Sperma

Niko Prayoga
Dokter mengungkapkan pemeriksaan kesuburan seharusnya dilakukan suami dan istri secara adil. (Foto: Ilustrasi AI)

Dia menjelaskan, faktor kesuburan pria memiliki kontribusi yang cukup besar dalam kasus infertilitas. Karena itu, pemeriksaan sperma menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah terdapat gangguan yang dapat memengaruhi peluang kehamilan.

"Tanpa KB, tapi juga belum hamil. Segera periksa suaminya untuk pemeriksaan cek sperma karena ini menyumbang sekitar 40 sampai 50 persen kasus infertilitas," ujarnya.

Menurut dr Fajar, mengabaikan kesehatan reproduksi pria justru dapat memperlambat penanganan masalah kesuburan. Padahal, berbagai gangguan pada kualitas maupun jumlah sperma dapat diketahui lebih awal melalui pemeriksaan medis.

Dia mengimbau para suami untuk tidak merasa malu atau gengsi menjalani pemeriksaan kesuburan. Keberhasilan program kehamilan bukan hanya bergantung pada kondisi kesehatan perempuan, tetapi juga ditentukan oleh kesehatan reproduksi laki-laki.

"Jadi, untuk para suami jangan gengsi ya," kata dr Fajar.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dokter Ungkap 50 Persen Masalah Susah Punya Anak Berasal dari Faktor Pria

57 tahun lalu

Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan

57 tahun lalu

1 dari 6 Orang Dewasa Kesulitan Dapat Keturunan, Masyarakat Diimbau Peduli Kesehatan Reproduksi

57 tahun lalu

Jutaan Pasangan Indonesia Sulit Punya Anak, Kemenkes Dorong Fertilitas dan Bayi Tabung 

57 tahun lalu

Hati-Hati! Sperma Kena Mata Bisa Sebabkan Gangguan Penglihatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal