Salah satu penyebab paling umum adalah meningkatnya hormon kortisol akibat stres dan kecemasan. Kortisol dikenal sebagai hormon stres yang dapat memengaruhi ritme tidur seseorang.
“Hormon stres alias kortisol bisa naik terlalu cepat jam 3–4 pagi, bikin otak auto kebangun sebelum waktunya,” lanjut unggahan tersebut.
Tak hanya stres, depresi juga kerap dikaitkan dengan kebiasaan bangun terlalu pagi. Dalam dunia psikiatri, kondisi ini menjadi salah satu gejala yang cukup sering ditemukan pada penderita depresi.
“Di dunia psikiatri, kebangun terlalu pagi termasuk salah satu tanda yang cukup umum dari depresi,” tulis akun itu lagi.
Biasanya, selain sulit tidur kembali, seseorang juga mengalami rasa gelisah, dada terasa berat, hingga muncul perasaan kosong ketika bangun dini hari.