dr Jefry menjelaskan, salah satu hal yang sering membuat penderita frustrasi adalah rasa lelah yang tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat dalam waktu cukup lama. Akibatnya, mereka merasa kondisi tubuhnya berubah drastis dibandingkan sebelumnya.
“Uniknya lagi ya, pada seseorang yang hormon testosteronnya rendah, selama apapun dia sudah melakukan istirahat, anehnya dia tetap ngerasain badannya ini tetap mudah capek dan lelah yang sering mengakibatkan seorang pria akhirnya menjadi frustasi karena dia merasa dirinya sangat berubah sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr Jefry menerangkan bahwa hormon testosteron memiliki peran penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Ketika kadar hormon tersebut menurun, produksi sel darah merah juga dapat terganggu.
"Kenapa testosteron rendah ini bisa mengakibatkan tubuh kita mulai lelah? Salah satu penyebabnya adalah karena hormon testosteron ini juga berperan penting untuk produksi sel darah merah," katanya.
Kondisi tersebut membuat pria lebih rentan mengalami anemia atau kurang darah tanpa penyebab yang jelas. Akibatnya, distribusi oksigen ke berbagai jaringan tubuh menjadi kurang optimal sehingga memicu rasa lelah, lesu, dan kantuk yang terus-menerus.
“Karena sel darah merahnya ini rendah, otomatis suplai oksigen di jaringannya pun menjadi kurang optimal, sehingga badannya menjadi mudah capek dan mengantuk. Itulah mengapa sebaiknya, kalau kita merasakan ya gampang lelah, sebaiknya jangan sepelekan,” ujarnya.
Sebab itu, pria yang mengalami kelelahan berkepanjangan, mudah mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pastinya. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.