Normalnya, lanjut dr Dyana, menstruasi keluar selama 5-7 hari. Kurang atau lebih dari jangka waktu itu boleh konsultasi ke dokter. Menstruasi juga ada masa pra-ovulasi dan fase ovulasi.
"Dari fase ovulasi sampai fase pra ovulasi terjadi pematangan sel telur yang ada di indung telur," kata dia.
Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, ada banyak stigmatisasi mengenai menstruasi yang disebabkan karena faktor ekonomi.
"Dampaknya, hanya 63 persen remaja perempuan di Indonesia yang memiliki pengetahuan memadai saat menghadapi menstruasi pertama (menarke), serta 44 persen merasa takut, terkejut, dan tertekan ketika hal itu terjadi. Bahkan, satu dari lima remaja perempuan tidak memahami menstruasi secara biologis," kata Devy.
Dia berharap melalui inisiatif pendidikan WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) dapat meningkatkan akses perempuan terhadap informasi kesehatan menstruasi berbasis sains secara nyaman dan terbuka.