Pendidikan Karakter Tak Bisa Hanya Teori: Pembiasaan dan Keteladanan Jadi Kunci yang Terabaikan

Komaruddin Bagja
Anak harus diarahkan kepada penggunaan internet yang positif. (Foto: Istw)

Alih-alih dimarahi atau dihukum, anak-anak seharusnya diberi ruang untuk belajar membedakan mana ucapan yang santun dan mana yang tidak pantas. Sayangnya, menurut Kak Odja, hal ini sering kali luput dari perhatian orang tua maupun guru.

“Bukan berarti anak harus dibiarkan saat berbuat salah. Tapi kita perlu sadar, bahwa bisa jadi mereka berkata begitu karena tidak pernah melihat atau mendengar contoh yang baik,” jelasnya.

Sistem Pendidikan Terlalu Teoritis

Kritik tajam juga diarahkan Kak Odja kepada sistem pendidikan nasional yang dinilainya masih terlalu menekankan aspek kognitif. Ia mencontohkan banyaknya pelajaran agama dan pendidikan moral yang diajarkan di kelas hanya sebatas teori.

“Yang dibutuhkan adalah pembiasaan. Dari pembiasaan itulah karakter akan terbentuk,” tegasnya.

Menurutnya, karakter sejati dibangun dari proses yang panjang melalui interaksi harian, bukan hanya satu atau dua jam pelajaran dalam seminggu. Anak-anak perlu berada di lingkungan yang mendukung terbentuknya nilai-nilai luhur, bukan hanya dibebani teori yang tak pernah dipraktikkan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alyssa Daguise Semprot Netizen yang Komentari Gaya Parentingnya, Beri Pesan Menohok!

57 tahun lalu

Viral Bocah Masuk Kandang Gajah, Ragunan Curiga demi Konten 

57 tahun lalu

KPAI Duga Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Tersistematis, Minta Ditutup Permanen

57 tahun lalu

5 Gejala Autoimun pada Anak Wajib Diketahui Orang Tua, Nomor 3 Kerap Diabaikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal