Penderita Gagal Ginjal Meningkat! Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu

Mei Sada Sirait
Jumlah pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah di Indonesia terus meningkat akibat gagal ginjal. (Foto: AI)

Langkah tersebut bertujuan mencegah pasien masuk ke fase gagal ginjal total. Jika upaya pengendalian berhasil, progresivitas penyakit dapat ditekan sehingga pasien tidak perlu menjalani terapi pengganti ginjal.

Namun, ketika penyakit memasuki tahap akhir, ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan cairan secara efektif. Dalam kondisi ini, pasien membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal.

Di Indonesia, dialisis atau cuci darah menjadi metode yang paling umum dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan donor ginjal untuk transplantasi.

Perlu dipahami, dialisis bukan terapi penyembuhan. Prosedur ini hanya berfungsi sebagai penopang hidup dengan menggantikan sebagian fungsi ginjal yang sudah tidak bekerja.

Pasien umumnya harus menjalani cuci darah dua hingga tiga kali dalam seminggu secara rutin. Proses ini berlangsung seumur hidup kecuali pasien mendapatkan transplantasi ginjal yang berhasil.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banyak Anak Muda Sakit Gagal Ginjal, Minuman Manis Biang Keroknya!

57 tahun lalu

Menkes Beberkan Penyebab Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia

57 tahun lalu

Indonesia Darurat Gagal Ginjal! Rp13 Triliun Uang Negara Terkuras hanya di 2025

57 tahun lalu

Konsumsi Gula Berlebih Bikin Kasus Gagal Ginjal Meroket di Indonesia, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal