Obat Tetes Tidak Bisa Sembuhkan Katarak, Ini Penjelasan Dokter!

Mei Sada Sirait
Ilustrasi obat tetes. (Foto: Ilustrasi AI)

"Yang tadinya melihat semuanya cerah, kontrasnya baik, lalu kontrasnya turun, itu sebenarnya juga sudah disebut buram dan bisa menjadi salah satu gejala katarak," jelasnya.

Dokter Mata dr Nina Asrini Noor, Sp.M. (Foto: Istimewa)

Ia juga mengungkapkan bahwa angka kasus katarak di Indonesia cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar matahari yang besar karena Indonesia berada di wilayah khatulistiwa.

Tak hanya menyerang lansia, kini kasus katarak juga mulai banyak ditemukan pada masyarakat berusia di bawah 50 tahun. Selain faktor usia dan sinar ultraviolet, diabetes serta riwayat benturan pada mata disebut dapat mempercepat munculnya katarak.

Sayangnya, masih banyak pasien yang takut menjalani operasi katarak, sehingga memilih menunda pengobatan. Padahal, keterlambatan penanganan justru dapat membuat kondisi mata semakin parah dan menyulitkan proses operasi.

"Yang sangat disayangkan ternyata banyak yang takut dioperasi. Ketika sudah sangat berat, itu menjadi tanggung jawab yang lebih berat lagi buat kami (dokter)," tutur dr Nina.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

El Nino Menyerang! Dokter Sarankan Pakai Kacamata Hitam Demi Cegah Katarak

57 tahun lalu

Lasik Tidak Menyebabkan Katarak, Ini Penjelasan Dokter Mata

57 tahun lalu

Mengenal FLACS, Teknologi Laser Canggih yang Bikin Operasi Katarak Jadi Lebih Presisi

57 tahun lalu

Pakai Kacamata Hitam Siang Hari Ternyata Bisa Cegah Tumbuhnya Daging di Mata!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal