Mitos dan Fakta soal Transplantasi Ginjal, Dokter: Tak Harus Satu Golongan Darah

Annastasya Rizqa
Transplantasi ginjal menjadi tindakan medis yang disarankan bagi penderita gagal ginjal stadium akhir. (Foto: AI)

JAKARTA, iNews.id – Transplantasi ginjal menjadi tindakan medis yang disarankan bagi penderita gagal ginjal stadium akhir. Namun di Indonesia, prosedur ini masih kerap terkendala minimnya donor ginjal sehingga banyak pasien memilih menjalani dialisis atau cuci darah seumur hidup.

Minimnya donor ginjal di Indonesia juga dipengaruhi berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah donor ginjal harus memiliki golongan darah yang sama atau berasal dari keluarga inti.

Padahal, faktanya dunia medis tidak menerapkan prinsip kesamaan mutlak, melainkan kecocokan atau kompatibilitas. Ini disampaikan Dokter Spesialis Urologi Profesor Dr dr Nur Rasyid dalam acara Clinical Milestone Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI, Sabtu (14/2/2026).

“Golongan darah itu tidak harus sama, yang penting compatible. Prinsipnya seperti transfusi darah,” ujar dr Nur Rasyid.

Dia menuturkan, dalam sistem golongan darah, tipe O dikenal sebagai donor universal karena dapat mendonorkan ke berbagai golongan lain. Sementara golongan AB dapat menerima dari banyak tipe golongan darah.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
30 hari lalu

Bukan Keringat Bau, Ini Penyebab Aroma Menyengat Setelah Makan Bawang

1 bulan lalu

Malas Minum Air Putih, Ginjal Bisa Kewalahan Saring Kotoran dalam Tubuh

1 bulan lalu

Jangan Anggap Sepele! Kelainan Ginjal Anak Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan

3 bulan lalu

Banyak Anak Muda Sakit Gagal Ginjal, Minuman Manis Biang Keroknya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal