Makan Kue Lebaran Berlebih Turunkan Kekebalan Tubuh di Tengah Ancaman Covid-19

Siska Permata Sari
Kue-kue Lebaran merupakan makanan sumber karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi dan meningkatkan stres oksidatif. (Foto: Washington Post)

Dia mengungkapkan kue-kue Lebaran yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah makanan sumber kalori dan hampir tidak mengandung serat sama sekali. Pola makan yang tinggi kalori tanpa diiringi dengan asupan serat yang cepat meningkatkan berat badan. Ditambah masa karantina mandiri di rumah sebagai salah satu upaya physical distancing umumnya menyebabkan kurangnya aktivitas fisik, apalagi tanpa diiringi olahraga rutin di rumah.

Temuan terbaru di beberapa Rumah Sakit di USA menunjukkan tidak hanya lansia yang dominan menjadi pasien Covid-19 di ruang ICU, ditemukan banyak pasien Covid-19 dengan usia lebih muda di ruang ICU. Penelitian terhadap 265 pasien Covid-19 yang telah dipublikasikan di jurnal internasional Lancet menunjukka rata-rata pasien Covid-19 yang lebih muda memiliki masalah kegemukan dan obesitas. Kegemukan dan obesitas sendiri menyebabkan prognosis yang buruk bagi pasien Covid-19.

"Penting untuk memantau berat badan secara periodik dalam menyikapi potensi meningkatknya konsumsi kue-kue manis secara berlebihan di Hari Idul Fitri dan kurangnya aktivitas fisik di masa karantina mandiri," katanya.

Penelitian terkait respons imunitas terhadap makanan tinggi gula menunjukkan semua bentuk karbohidrat (pati atau gula) dapat mengurangi keefektifan sel darah putih dalam menghancurkan bakteri dan virus. Ketika imunitas tubuh rendah, maka tubuh mudah terinfeksi SARS-Cov-2 (virus dari Covid-19) yang menyerang sel limfosit T.

Nadiyah menjelaskan limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih/leukosit yang ada dalam peredaran darah. Sel darah putih berfungsi membantu melindungi tubuh terhadap penyakit dan melawan infeksi bakteri dan virus. Hasil penelitian, setelah puasa semalam kemudian konsumsi 100 gram karbohidrat (gula atau pati), menunjukkan semua bentuk karbohidrat (pati atau gula) mengurangi keefektifan sel darah putih dalam menghancurkan bakteri dan virus.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebiasaan Buruk Diam-Diam Merusak Tubuh, Dampaknya Baru Terasa Setelah Usia 40 Tahun

57 tahun lalu

Menkes Ungkap Fakta Es Teh Manis, Waspada Segelas Mengandung 30 Gram Gula

57 tahun lalu

Merasa Sehat tapi Tiba-Tiba Diabetes, Dokter Ungkap Penyebab Sering Diabaikan

57 tahun lalu

Dokter Ingatkan Penderita Diabetes Batasi Konsumsi Buah Manis, Durian dan Semangka Disorot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal