Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Bisa Picu Tindakan Ekstrem!

Annastasya Rizqa
Ilustrasi anak mengalami gejala depresi. (Foto: Ilustrasi AI)

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” kata Budi, belum lama ini.

Menurut dia, kesehatan mental anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi. Lingkungan keluarga, hubungan pertemanan, serta kondisi di sekolah juga memiliki peran besar dalam membentuk kondisi psikologis anak.

Karena itu, upaya penanganan tidak bisa hanya berfokus pada anak, tetapi juga perlu melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP),” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Kesehatan menargetkan perluasan skrining Program Cek Kesehatan Gratis agar dapat menjangkau hingga 25 juta anak di seluruh Indonesia.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkes: Ribuan Anak Indonesia Bergejala Depresi dan Kecemasan

57 tahun lalu

Miris, 700 Ribu Anak Indonesia Alami Gejala Masalah Mental

57 tahun lalu

Menkes Budi Gunadi Sarankan Minum Susu saat Sahur, Bikin Kenyang Lebih Lama

57 tahun lalu

3 Cara Puasa Ramadhan Anti Maag dan Begah ala Menkes, Wajib Dicoba!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal