Menurut dia, kesehatan mental anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi. Lingkungan keluarga, hubungan pertemanan, serta kondisi di sekolah juga memiliki peran besar dalam membentuk kondisi psikologis anak.
Karena itu, upaya penanganan tidak bisa hanya berfokus pada anak, tetapi juga perlu melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP),” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Kesehatan menargetkan perluasan skrining Program Cek Kesehatan Gratis agar dapat menjangkau hingga 25 juta anak di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan hasil skrining tersebut akan ditindaklanjuti oleh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas.