Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Bisa Picu Tindakan Ekstrem!
JAKARTA, iNews.id – Masalah kesehatan mental pada anak tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat memicu tindakan ekstrem, termasuk percobaan bunuh diri.
Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Persentase anak yang pernah mencoba bunuh diri meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.
Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini gangguan kesehatan mental pada anak.Lantas, seperti apa kondisi masalah kesehatan mental anak di Indonesia?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil skrining dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026, yang ternyata memperlihatkan besarnya persoalan kesehatan jiwa pada anak di Indonesia.
Miris, 700 Ribu Anak Indonesia Alami Gejala Masalah Mental
Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani pemeriksaan, hampir 10 persen di antaranya terindikasi mengalami masalah kesehatan mental. Rinciannya, sekitar 4,8 persen atau 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi, sedangkan 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak mengalami gejala kecemasan.
“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” kata Budi, belum lama ini.
Menkes Budi Gunadi Sarankan Minum Susu saat Sahur, Bikin Kenyang Lebih Lama