Kasus DBD pada Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala Kritis yang Harus Diwaspadai

Mei Sada Sirait
Penyakit demam berdarah meningkat gegara El Nino. (Foto: Pexels)

Pada tahun 2026, dilaporkan hampir 40 ribu kasus DBD dengan lebih dari 100 kematian. Dari jumlah tersebut, anak-anak menjadi kelompok paling rentan dengan proporsi sekitar 48 persen kasus terjadi pada usia di bawah 14 tahun.

Tak hanya jumlah kasus, angka kematian tertinggi juga banyak ditemukan pada kelompok usia anak.

"Yang meninggal paling banyak adalah usia 5 sampai 14 tahun, sekitar 37 sampai 40 persen," kata Prof. Hartono.

Fase Kritis Sering Terlewat

Prof. Hartono mengingatkan bahwa banyak kasus kematian terjadi karena keterlambatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan. Padahal, DBD memiliki fase kritis yang umumnya muncul pada hari keempat hingga kelima setelah demam pertama kali muncul.

Ia menegaskan bahwa kondisi pasien bisa berubah cepat dalam waktu singkat.

"Demam berdarah adalah penyakit yang tidak bisa diramalkan. Masuk rumah sakit bisa jalan kaki, tetapi keluar bisa berbeda sekali jika terlambat ditangani," ujarnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anak Bisa Kena DBD Berkali-kali, IDAI Sarankan Vaksinasi demi Perlidungan Maksimal!

57 tahun lalu

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Kemenkes Ingatkan Risiko Penyakit dari DBD hingga Pernapasan

57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

57 tahun lalu

Riset Johns Hopkins Ungkap Rokok Elektrik di Indonesia Masih Ramah Remaja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal