JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kronologi kondisi kesehatan dr Myta Aprilia Azmi sebelum meninggal dunia saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Salah satu yang menjadi sorotan yakni voice note terakhir almarhumah kepada rekan sesama dokter internship yang terdengar lirih karena menahan sesak napas.
Dalam pemaparan hasil investigasi, Kemenkes memutar sejumlah voice note yang dikirim dr Myta kepada rekannya saat kondisinya mulai menurun. Pada rekaman tersebut, dr Myta meminta bantuan untuk menggantikan jadwal jaga pagi karena merasa sudah tidak kuat menjalani tugas.
“Asti… aku… aku mau minta tolong. Jadi kalau di jadwal kan Asti ini ya apa libur. Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku yang pagi ini. Kalau misalnya kamu bisa, hari ini aja,” demikian isi voice note dr Myta.
Suara dr Myta dalam rekaman itu terdengar pelan dan terputus-putus. Kemenkes menyebut, saat itu kondisi almarhumah memang sudah mengalami sesak napas setelah beberapa hari sebelumnya mengeluhkan batuk, pilek dan demam.
Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan, dr Myta mulai merasakan sakit sejak akhir Maret 2026. Namun, dia masih tetap menjalani tugas jaga di IGD meski kondisinya belum pulih.