Hipotermia pada Anak Bisa Berujung Kematian, Orang Tua Wajib Paham!

Muhammad Sukardi
Hipotermia pada anak sangat berisiko kematian. (Foto: Ilustrasi AI)

Dicky juga menjelaskan bahwa lingkungan gunung memperbesar risiko tersebut. Kombinasi suhu rendah, angin, dan kelembaban membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat.

Gejala Awal Hipotermia pada Anak Umumnya Tidak Disadari

Lebih mengkhawatirkan lagi, ujar dr Dicky, gejala awal hipotermia pada anak sering tidak disadari. Anak belum mampu mengkomunikasikan kondisi tubuhnya, sementara orang tua kerap menganggap gejala seperti menggigil atau lemas sebagai hal biasa.

"Banyak kasus terlambat ditangani karena dianggap hanya kelelahan atau kedinginan biasa. Padahal sudah masuk fase berbahaya," tegasnya.

Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gangguan serius, mulai dari penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, aritmia jantung, hingga kematian.

Ia pun mengingatkan bahwa banyak kasus seperti ini sebenarnya bukan semata karena kondisi alam, melainkan kesalahan manusia dalam menilai risiko.

"Sering kali ini terjadi karena human error dan salah perhitungan risiko," tegas dr Dicky.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
8 jam lalu

Detik-Detik Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Menangis Kedinginan Dibalut Aluminium Foil

Jateng
8 jam lalu

Kronologi Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran, Diajak Mendaki Orang Tua

Destinasi
9 jam lalu

Kronologi Lengkap Bayi 1,5 Tahun Hipotermia di Gunung Ungaran usai Diajak Orang Tua Mendaki

Seleb
5 jam lalu

Kuasa Hukum Bantah Rossa Oplas! Ini Pernyataan Lengkapnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal