Gejala Khas Virus Ebola Langka yang Ancam Dunia, Demam hingga Nyeri Otot

Muhammad Sukardi
Gejala ebola mulai dari demam hingga nyeri otot. (Foto: Ilustrasi AI)

Dalam fase lanjut, virus Ebola dapat memicu pendarahan internal, kerusakan organ, hingga gagal organ yang berujung kematian. Tingkat kematian varian Bundibugyo dilaporkan bisa mencapai 50 persen.

Hal yang membuat virus ini berbahaya adalah masa inkubasinya yang cukup panjang. Seseorang dapat membawa virus hingga 21 hari sebelum gejala muncul dan diyakini sudah dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Penularan Ebola terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, muntahan, air liur, keringat, hingga jenazah pasien yang terinfeksi.

Karena itu, WHO meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk menghindari kontak langsung dengan pasien serta mengikuti prosedur kesehatan saat pemakaman korban Ebola.

Saat ini, para ilmuwan dari Universitas Oxford juga tengah mengembangkan vaksin khusus untuk varian Bundibugyo. Namun vaksin tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum bisa diuji pada manusia.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oxford Ngebut Bikin Vaksin Ebola Varian Langka, Ready Tahun Ini?

57 tahun lalu

WHO Peringatkan Outbreak Ebola Menyebar Lebih Cepat dari Perkiraan, 1.000 Kasus Terdeteksi!

57 tahun lalu

Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari jelang Piala Dunia 2026 akibat Wabah Ebola

57 tahun lalu

Jantung Berdebar dan Sesak Napas setelah Makan Banyak? Ternyata Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal