Gaya Hidup serba Instan Picu Kasus Kanker di Indonesia Meningkat, Ini Penjelasan Dokter!

Devi Pattricia
Gaya Hidup serba Instan Picu Kasus Kanker di Indonesia Meningkat (Foto: iNews.id/Devi Pattricia)

“Kanker itu tidak bisa diturunkan dengan alat-alat kedokteran yang mahal-mahal, radiologi, dan PET scan, tapi dengan edukasi,” kata Prof Aru.

“Kami maju bukan hanya maju karena semangat expertise maupun kepiawaian anak-anak muda saja. Tapi wisdom dan experience dari mereka yang udah senior juga perlu, makanya harus bersama-sama,” katanya.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) itu juga menjelaskan, untuk menurunkan angka kanker, maka pemerintah dan juga yayasan sebaiknya beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Di sisi lain, sosiolog Imam Prasojo juga memiliki pandangan yang sama seperti Prof Aru dalam menelaah lebih dalam terkait dengan peningkatan kasus kanker di Indonesia. Pola masyarakat yang berubah juga menjadi bahan evaluasi seluruh pihak untuk menekan angka kanker. Dia mengamati lebih banyak ibu-ibu yang melek dan menunjukkan perjuangannya terhadap kanker. 

Akan tetapi, kaum muda justru cenderung jarang dan masih takut akan stigma negatif yang dimunculkan akibat didiagnosa kanker. Padahal perempuan maupun laki-laki seharusnya sama-sama berpegangan tangan untuk melawan kanker.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Anggap Sepele! Kelainan Ginjal Anak Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan

57 tahun lalu

Muncul Cedera Baru Bernama Padel Elbow, Dokter Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Main Padel Bisa Sebabkan Robekan ACL, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

57 tahun lalu

Waspada! Dokter Ortopedi Ungkap Cedera Paling Sering Menyerang Pemain Padel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal