JAKARTA, iNews.id - Calon Gubernur Jakarta 2024 Dharma Pongrekun mengatakan bahwa tes PCR atau polymerase Chain Reaction tidak untuk Covid-19, melainkan asidosis. Pernyataan ini memicu polemik di masyarakat.
Masyarakat sudah sangat familiar dengan informasi bahwa PCR untuk tes Covid-19. Dengan keluarnya pernyataan Dharma Pongrekun itu, memicu tanda tanya besar. Benarkah informasi itu? Cek faktanya di berita ini.
Epidemiolog Griffith University Australia dr Dicky Budiman menerangkan kalau informasi yang disampaikan Dharma Pongrekun tidak tepat. Sebab, PCR adalah metode pemeriksaan Covid-19 yang sudah diakui dunia, baik itu dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
"PCR itu gold standard dalam pemeriksaan Covid-19 dengan mengidentifikasi keberadaan virus SARS-CoV2 yang menjadi penyebab penyakit," kata dr Dicky saat dihubungi iNews.id, Senin (7/10/2024).
Dokter Dicky menjelaskan, metode pemeriksaan PCR digunakan untuk memperbanyak materi genetik RNA dan DNA dalam sampel, sehingga dapat dianalisis lebih mudah. Dalam konteks Covid-19, tes PCR digunakan untuk mendeteksi RNA dari virus SAR-CoV2 penyebab Covid-19.