Cegah Virus Korona, Mampukah Indonesia Mengidentifikasi?

Dandi Ramadhan
Seminar 'Menyikapi Virus Corona 2019-nCoV' mengungkapkan krisis yang diakibatkan virus korona tidak hanya soal jumlah penderita, tapi seberapa cepat penyebarannya. (Foto: iNews.id/Dandi Ramadhan)

Dalam penanganan virus korona, LBM Eijkman memiliki fasilitas laboratorium tersertifikasi untuk menangani patogen risiko tinggi (laboratorium Biosafety Level (BSL)-2 dan -3). Kemampuan ini juga didukung fasilitas alat Next-Generation Sequencing dan analisis bioinformatika yang telah diakui secara internasional.

Dia menyebutkan LBM Eijkman dapat berperan secara strategis sebagai laboratorium yang langsung memeriksa sampel klinis dari pasien terduga atau menjadi laboratorium pembanding/konfirmasi.

Sementara peneliti senior dari Pusat Studi Satwa Primata Institut Pertaninan Bogor (PSSP-IPB), Dr Drh Joko Pamungkas mengatakan, pentingnya surveilens Betacoronavirus pada hewan reservoir. "Langkah ini sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyakit baru di Indonesia yang disebarkan melalui hewan," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!

57 tahun lalu

Riwayat Penyakit Putri Thailand Bajrakitiyabha sebelum Meninggal Dunia, Komplikasi Parah!

57 tahun lalu

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Kemenkes Ingatkan Risiko Penyakit dari DBD hingga Pernapasan

57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal