Perubahan tersebut mengarah pada kondisi metabolik yang lebih baik serta kemampuan otak yang lebih optimal. Meski demikian, dia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap temuan tersebut sebagai hubungan sebab-akibat yang sudah terbukti.
"Perlu diingat, penelitian ini sifatnya masih dalam tahap perubahan genetik dalam bentuk metilasi pada sperma calon ayah yang rutin berolahraga. Belum ada bukti penelitian yang langsung menunjukkan sebab akibatnya," katanya.
Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan, dr. Adam menilai hasil studi tersebut memberikan gambaran bahwa olahraga sebelum memiliki anak berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas.
Tak hanya meningkatkan kesehatan calon ayah, kebiasaan berolahraga juga berpotensi berdampak pada kesehatan metabolik dan kemampuan otak calon anak.
"Olahraga yang dilakukan oleh calon ayah ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan dirinya sendiri, namun juga berpotensi berdampak pada kondisi kesehatan metabolik dan kemampuan otak calon anaknya," ujar dr Adam.