Ia mencontohkan berbagai makanan khas Indonesia yang dapat diadaptasi menjadi lebih sehat tanpa menghilangkan identitas dan cita rasanya. Salah satunya adalah Nasi Padang yang dapat dikembangkan menjadi pilihan menu yang lebih mendukung kesehatan jangka panjang.
Selain makanan, Indonesia juga memiliki modal besar dalam mendukung tren longevity melalui budaya konsumsi jamu. Minuman herbal tradisional tersebut dinilai memiliki kandungan yang baik bagi tubuh dan dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat modern.
"Ditambah lagi dengan kita orang Indonesia, dari dulu senang banget minum jamu dan dalam jamu itu isinya herbal, di situ tuh juga ada peptides-nya,” tambah dia.
Wei menegaskan bahwa membangun gaya hidup sehat membutuhkan motivasi dari dalam diri. Oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis, tetapi juga melibatkan ahli gizi, chef, hingga tokoh publik yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat.
“Jadi kalau dokter yang ngomong, mungkin dia cuma oke-oke saja pas di klinik. Tapi justru consumer-nya itu harus juga dengerin dari maybe their favorite chef, dari nutritionist-nutritionist, jadi consumer-nya itu bisa tahu gimana sih cara masak yang enak dan asik,” paparnya.
Melalui pendekatan tersebut, konsep longevity diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan berkembang menjadi gaya hidup yang membantu generasi muda berinvestasi pada kesehatan sejak dini demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.