"Kalau aktivitas hepar-nya proper, maka bau badannya akan cepat hilang dan tergantung dari mikrobioma kulit. Kalau orang yang kemproh (kurang menjaga kebersihan) maka bakteri akan banyak, sehingga ketika keringat dan bau bawang, ya orangnya akan semakin bau bawang," katanya.
Dia menegaskan, munculnya bau badan setelah mengonsumsi bawang bukan berarti seseorang tidak menjaga kebersihan diri. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses metabolisme alami yang terjadi di dalam tubuh.
Meski demikian, menjaga kebersihan kulit tetap penting untuk membantu mengurangi aroma yang timbul. Selain itu, pola makan yang seimbang dan menjaga kesehatan organ hati juga dapat membantu tubuh memproses senyawa sulfur dengan lebih baik.
Fenomena ini sekaligus menjawab anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat. Jadi, bukan keringat yang menjadi sumber utama bau menyengat setelah makan bawang, melainkan senyawa sulfur yang diproses tubuh dan kemudian berinteraksi dengan bakteri di permukaan kulit.