Bukan Cuma Makanan, Ade Rai Sebut Informasi Sehari-hari Ikut Menentukan Kesehatan Mental

Dani M Dahwilani
Ade Rai membagikan pandangannya mengenai faktor yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurut Ade Rai, perbedaan antara makanan tubuh dan makanan pikiran hanya terletak pada jalur masuknya. Jika makanan fisik masuk melalui mulut, maka informasi masuk melalui apa yang dilihat, didengar, dan disaksikan seseorang setiap hari.

"Nah cuma, kalau makanan nutrisi kita masukkan melalui mulut, nah kalau misalnya isi pikiran kita, itu namanya bukan nutrisi, tapi namanya data dan informasi. Nah kita masukkannya melalui apa? bukan melalui mulut, melalui panca indra. Jadi apa yang kita dengar, apa yang kita saksikan, apa yang apa, itu jadi makanan pikiran kita," ujarnya.

Ade Rai menilai perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat kini lebih mudah menerima berbagai macam informasi dalam jumlah besar. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena tidak semua informasi yang dikonsumsi memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis.

Dia menyebut informasi yang negatif atau melemahkan dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Sama seperti makanan yang tidak sehat dapat mengganggu kondisi fisik, informasi yang buruk juga dapat berdampak pada kondisi pikiran.

"Bisa gak ada salah makan dalam arti data dan informasi? Bisa. Nah makanya ketika salah makan dalam hal mulut, terjadi namanya diare secara fisikalitas. Nah kalau kita salah makan secara pikiran, data dan informasinya melemahkan, maka terjadi yang namanya diare secara mentalitas, atau yang dikenal dengan namanya mencret secara mental, yang hari ini dikenal yang namanya mental illness gitu," katanya.

Melalui pandangannya tersebut, Ade Rai mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih informasi yang dikonsumsi setiap hari. Sebab, menurut dia, apa yang masuk ke dalam pikiran turut membentuk cara seseorang melihat dunia dan merespons berbagai kondisi dalam kehidupan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
14 jam lalu

Masalah Gangguan Mental Meningkat Serang Usia SMP dan SMA, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 

4 hari lalu

Mental Sarwendah Terguncang gegara Konflik dengan Ruben Onsu, Mengkhawatirkan Banget

15 hari lalu

Viral Kajian BEM Fakultas Psikologi terkait LGBT, UI: Bukan Sikap Resmi Kampus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal